Internasional

Medvedev NATO Pasal 5: Rusia Sebut NATO ‘Gila’, Sindir Nobel Perdamaian Trump

119
×

Medvedev NATO Pasal 5: Rusia Sebut NATO ‘Gila’, Sindir Nobel Perdamaian Trump

Sebarkan artikel ini
Source : RTNEWS
Source : RTNEWS

BATAMDAILY.IDMedvedev NATO Pasal 5 menjadi sorotan setelah mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, melontarkan kritik keras terhadap aliansi militer Barat, NATO.

Dalam pernyataannya, Medvedev menilai NATO bertindak “gila” setelah muncul wacana untuk mengaktifkan Pasal 5 NATO, yang merupakan prinsip pertahanan kolektif di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Komentar keras tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan negara-negara Barat. Medvedev bahkan menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang memperburuk situasi global.

Menurutnya, tindakan Washington justru memicu potensi konflik besar yang dapat melibatkan banyak negara.

Medvedev menyindir bahwa kebijakan tersebut justru berlawanan dengan narasi perdamaian yang sering disampaikan oleh para pemimpin Barat.

Ia juga menyindir kemungkinan pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan nada sarkastik.

“Bagaimana kalau menominasikan Presiden AS untuk Hadiah Nobel Perdamaian karena memulai perang besar?” ujar Medvedev dalam komentarnya yang banyak dikutip media internasional.

Pernyataan Medvedev NATO Pasal 5 ini memicu reaksi luas di berbagai negara. Sejumlah analis menilai komentar tersebut merupakan bagian dari retorika politik yang semakin memanas di tengah rivalitas antara Rusia dan NATO.

Sebagai informasi, Pasal 5 dalam perjanjian NATO merupakan salah satu prinsip paling penting dalam aliansi tersebut. Pasal ini pernah diaktifkan setelah serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Pasal 5 menjadi simbol solidaritas militer di antara negara-negara anggota NATO.

Namun, wacana penggunaan kembali Pasal tersebut dalam situasi konflik geopolitik saat ini dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan global.

Para pengamat menilai retorika keras seperti yang disampaikan Medvedev mencerminkan semakin tajamnya persaingan politik dan militer antara Rusia dan Barat.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari NATO terkait komentar terbaru Medvedev mengenai Pasal 5 tersebut.