BATAMDAILY.ID – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau agar tidak panik menanggapi isu kelangkaan BBM Kepri yang belakangan beredar di tengah masyarakat.
Menurut Tito, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman. Oleh karena itu masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat memicu gangguan distribusi.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat melakukan kunjungan kerja di Tanjungpinang pada Senin. Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi di berbagai daerah, termasuk di Kepulauan Riau.
“Stok BBM saat ini masih aman. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi panic buying,” ujar Tito.
Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Aman
Tito menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan pasokan energi tetap stabil.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan agar distribusi BBM berjalan lancar, khususnya menjelang periode meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, munculnya isu kelangkaan BBM Kepri tidak seharusnya membuat masyarakat khawatir secara berlebihan karena pemerintah terus memastikan stok tetap tersedia.
Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas pasokan agar kebutuhan masyarakat terhadap energi dapat terpenuhi dengan baik.
Koordinasi dengan Distributor
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Tito juga meminta para kepala daerah untuk aktif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Ia menginstruksikan pemerintah daerah agar segera menggelar rapat bersama distributor serta pelaku usaha guna memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan energi.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari potensi gangguan pasokan yang dapat mempengaruhi stabilitas harga di pasar.
“Kepala daerah harus segera berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan pangan dan energi tetap tersedia,” jelasnya.
Dengan koordinasi yang baik, diharapkan rantai pasok logistik dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Stabilitas Ekonomi Dijaga Menjelang Lebaran
Selain membahas isu kelangkaan BBM Kepri, Tito juga menyinggung pentingnya menjaga stabilitas ekonomi menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Periode menjelang Lebaran biasanya diiringi dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas perjalanan serta konsumsi kebutuhan pokok.
Karena itu pemerintah berupaya memastikan distribusi barang, termasuk energi dan pangan, berjalan tanpa hambatan.
Menurut Tito, stabilitas pasokan merupakan faktor penting untuk menjaga harga tetap terkendali serta menghindari kepanikan di masyarakat.
Kepala Daerah Diminta Siaga
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengingatkan para kepala daerah untuk tetap berada di wilayah masing-masing selama periode tertentu menjelang Lebaran.
Ia meminta kepala daerah tetap memantau situasi di wilayahnya mulai pertengahan hingga akhir April agar dapat merespons dengan cepat jika terjadi gangguan distribusi atau lonjakan harga.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas ekonomi serta kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Pengamanan Mudik dan Wisata
Selain soal logistik dan ekonomi, Tito juga menyoroti pentingnya pengamanan selama arus mudik dan libur Lebaran.
Ia meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah memperkuat pengamanan di jalur transportasi serta kawasan wisata yang diperkirakan akan ramai dikunjungi masyarakat.
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas selama masa libur panjang tersebut.
“Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan bagi masyarakat, baik di jalur mudik maupun di kawasan wisata,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah, masyarakat di Kepulauan Riau diharapkan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar terkait isu kelangkaan BBM Kepri.
Pemerintah memastikan bahwa pasokan energi dan kebutuhan pokok terus dipantau agar tetap tersedia bagi masyarakat.
Tito juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat mengganggu stabilitas distribusi.
Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, dan masyarakat, stabilitas pasokan di Kepulauan Riau diharapkan dapat tetap terjaga menjelang perayaan Idulfitri.





